3 Solusi Atasi Kejenuhan dalam Percintaan

cinta

Pasang surut dalam percintaan memang tidak bisa dihindari. Rasa jenuh pun sering tiba-tiba hadir. Adakah cara untuk mengatasi kebosanan?

Ketika rasa jenuh melanda, jangan langsung mengambil keputusan untuk meninggalkan kekasih. Jenuh merupakan perasaan wajar yang dialami setiap pasangan, apalagi jika telah menjalin hubungan cinta cukup lama. Daripada berpikir untuk mencari pria lain, ikuti trik berikut ini untuk menghangatkan kembali hubungan, seperti dilansir iLoveIndia.

Komunikasi
Kurangnya komunikasi dapat menjadi penyebab kebosanan Anda. Komunikasi yang efektif sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Sekarang adalah saat yang tepat untuk membahasnya dengan pasangan. Dengan mengetahui isi hati, mungkin Anda berdua dapat merubah gaya komunikasi.

Memberikan jarak
Masalah kebosanan muncul bukan hanya karena sedikitnya waktu yang diberikan pasangan. Terlalu sering bersama juga memicu rasa jenuh. Saling memberikan jarak sangatlah penting. Jadi, tetap luangkan waktu Anda untuk pergi bersama teman, mengikuti kelas yoga atau kegiatan lainnya yang Anda suka, begitu pun dengannya.

Sama-sama memiliki kegiatan, membuat Anda saling rindu karena hanya dapat bertemu di hari-hari tertentu saja. Dengan begini Anda dan dia akan menghargai waktu ketika bersama-sama. Topik yang dibicarakan menjadi lebih banyak dan seru. Coba bandingkan, jika terlalu sering bertemu, Anda dan pasangan mungkin akan kehabisan topik pembicaraan.

Kemesraan
Dalam setiap hubungan, hal-hal kecil dapat menjadi sangat berharga. Lamanya waktu berpacaran, terkadang membuat pasangan melupakan hal-hal kecil yang dulu sering dilakukan. Mulailah untuk kembali memberikan 'kado kecil' untuknya. Misalkan, ketika diantar pulang oleh kekasih, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan beri pelukan hangat untuknya. Cara lain, berikan dia pujian ketika dia mau membawakan barang belanjaan Anda atau ketika mengingatkan Anda untuk makan. Dengan begini, si dia akan lebih sering berlaku manis terhadap Anda.

9 Cara Atasi Ketegangan dalam Hubungan Asmara

tegang

Tidak selamanya hubungan akan berjalan mulus. Pasti ada saja masalah dan ketegangan yang membuat hubungan tidak nyaman. Tapi jangan sampai percekcokan dengan pasangan membuat Anda stres. Selain tidak akan menemukan solusi, juga akan berdampak pada kondisi kesehatan Anda begitu juga si dia.

Cobalah selesaikan permasalahan dengan kepala dingin,menahan emosi dan berpikir jernih. Berikut 10 tips yang dapat mengatasi stres dan menurunkan ketegangan dalam percintaan dan rumah tangga, dikutip oleh Times of India.

1. Pencegahan
Jika stres berasal dari faktor di luar rumah tangga, seperti masalah dengan teman teman atau kerjaan, jangan melampiaskannya pada pasangan. Lebih baik tarik napas dalam-dalam, mandi air hangat dan minum teh hangat. Anda bisa menceritakan masalah tersebut ketika hati dan pikiran sudah lebih tenang.

2. Memahami Diri Sendiri
Saat stres, Anda perlu belajar untuk mengendalikan diri. Evaluasi perasaan Anda dan jangan memperlakukan pasangan dengan buruk.

3. Menjaga Jarak untuk Sementara
Biarkan Anda dan pasangan memiliki waktu sendiri untuk beberapa saat. Hal tersebut merupakan cara yang efektif untuk mencegah konflik terus bermunculan. Buatlah pasangan Anda memahami mengapa Anda menjaga jarak.

4. Bertanggung Jawab
Sadarlah dengan kewajiban masing-masing untuk menjaga keharmonisan hubungan. Bila sudah menikah, Anda dan pasangan bertanggung jawab atas keutuhan rumah tangga. Jangan biarkan ketegangan muncul dan menghancurkan hubungan yang sudah lama terjalin.

5. Coba untuk Tidak Cemas
Kecemasan bisa terjadi saat semuanya tidak berjalan lancar seperti yang Anda rencanakan bersama pasangan. Jangan menyikapi kegagalan tersebut dengan saling adu argumen dan menarik urat. Pikirkan baik-baik dan diskusikan kenapa rencana yang Anda buat bisa gagal. Biasakan selalu memikirkan rencana B dalam setiap perencanaan yang Anda buat. Hal tersebut dapat membuat Anda siap dan tidak cemas ketika sesuatu berjalan tidak semestinya.

6. Jangan Diam Saja
Bila Anda berada di bawah tekanan, hal termudah untuk dilakukan adalah menyerah. Tapi jika Anda selalu menyerah pada masa-masa sulit, tekanan tersebut akan menghantui seumur hidup Anda. Cobalah berani menghadapi tantangan, dan Anda akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih matang dan tahan banting.

7. Fleksibel
Anda harus mampu mengidentifikasi situasi dan apa yang akan terjadi. Bila Anda tahu bahwa situasi tersebut tidak sesuai dengan keinginan Anda, cobalah untuk fleksibel.

8. Mengalihkan Pikiran
Ketika Anda merasa hubungan sedikit tegang, alihkan pikiran Anda dari segala hal berbau negatif. Lakukan aktivitas yang membuat Anda sibuk. Mengalihkan pikiran akan dapat mengurangi stres dalam hubungan.

9. Minta Pendapat Orang Lain
Meminta konsultasi untuk mendapat nasihat bukanlah pilihan buruk. Tidak harus dengan psikolog atau konsultan pernikahan. Anda bisa berkonsultasi dengan teman atau keluarga dekat. Bicarakan bagaimana situasi Anda saat ini dan apakah mereka pernah mengalami hal yang sama. Dengan begitu Anda dapat belajar dari pengalaman orang lain dan bisa menerapkannya sendiri pada hubungan Anda. Tapi ingat, setiap masalah pasti perlu penyelesaian berbeda, tergantung karakter masing-masing orang. Lihat dulu apakah solusi tersebut sesuai untuk Anda.

4 Tanda Pria Siap Menikah & Tidak Siap Menikah

pria tertarik

Pria dan pernikahan merupakan kedua hal yang sulit disatukan. Sebagian dari mereka menganggap pernikahan merupakan kehidupan yang menyulitkan. Namun, tidak semua pria berpikir seperti itu. Banyak juga di antara mereka yang ingin segera menikah dan menjalani bahtera rumah tangga.

Mungkin Anda sedang bertanya-tanya, yang manakah tipe kekasih Anda, apakah pria yang ingin menikah atau pria yang menganggap pernikahan suatu hal yang menyusahkan?

Ternyata mudah saja mengetahui pria yang ingin menikah dan tidak ingin menikah. Simak tanda-tanda berikut ini dan Anda akan mengetahui isi hatinya.

Berikut ini tanda si dia siap menikah, seperti dilansir dari iVillage:

Tidak lagi ingin bersenang-senang
John Malloy, penulis 'Why Men Marry Some Women and Not Others', melakukan penelitian terhadap 2.500 pria. Banyak responden yang mengatakan, kehidupan lajangnya tidak lagi menarik. Malloy juga mewawancarai pria berusia antara 17 hingga 70 tahun yang sedang merencakan pernikahan. Mereka mengaku tidak berminat lagi untuk mengunjungi klub dan bar favoritnya.

Finansial yang matang
Tina Tessina, Ph.D, seorang psikoterapis California menjelaskan, pria akan menikah jika mereka sudah siap dalam segi finansial.

"Pria memiliki jam biologis, 'waktu' mereka berbeda dibanding wanita. Prioritas pria cenderung terfokus pada kematangan finansial sebelum ia memiliki keluarga. Jika ia masih berjuang untuk membayar tagihan, ia tidak ingin menambahkan beban dengan memiliki istri," jelas Tessina.

"Anda sebaiknya mencari pria dewasa yang bisa diperhitungkan. Pria yang berkomitmen pada pekerjaan, keluarga dan teman. Meskipun dia belum siap menikah, setidaknya dia dapat membahas konsep komitmen," saran Tessina.

Berkeinginan menjadi ayah
Carol Morgan, seorang pakar matcmaker (mak comblang), mengamati pria yang ingin menikah ketika mereka mulai menyukai anak-anak dan sering membicarakan keinginannya untuk segera memiliki anak pada kekasihnya.

Sedangkan menurut penelitian dari John Malloy, pria yang berpendidikan tinggi, kebanyakan menganggap penikahan sebagai suatu hal yang tidak serius sampai usia 26. Mereka baru memasuki tahap komitmen yang tinggi antara usia 28 dan 33.
Dari penelitian tersebut juga ditemukan, pria yang memiliki jenjang pendidikan yang lama seperti dokter dan pengacara, kebanyakan baru akan memikirkan komitmen di usia 30 sampai 36. Malloy menambahkan, jika usia 30 belum menikah, kemungkinan konsep pernikahannya mulai memudar. Menginjak usia 43, jika masih belum menikah juga, mereka lebih memilih menjadi bujangan seumur hidup.

Bertingkah layaknya suami
April Masini, pengarang 'Date Out of Your League' menjelaskan, "ketika seorang pria siap menikah, ia mulai bertindak seperti suami. Misalnya ia akan membuat rencana untuk masa depan, memperkenalkan Anda kepada teman-teman dan keluarga.
Mereka pun bukan hanya sekedar menelepon Anda setiap harinya, tapi juga ingin memberitahukan rincian kegiatannya dan memiliki keinginan yang besar untuk mendengar tentang kabar Anda.

Tanda Tidak Siap Menikah:

1. Tidak mau terikat
Jika dia pernah mengatakan tidak ingin terikat oleh wanita manapun, jangan buang waktu Anda untuk menunggu dia berubah pikiran. Pria tipe ini masih mau bersenang-senang dengan banyak wanita.

2. Membeli barang mahal
Membeli mobil Porsche atau barang mahal lainnya merupakan tanda ia tidak memikirkan pernikahan atau masa depannya nanti. Carol Morgan mengatakan, "Jika ia bertindak secara finansial belum dewasa dan tidak bertanggung jawab berarti dia masih berpikir tentang 'aku' bukan 'kita'."

3. Pernikahan bukan suatu hal yang menyenangkan
Dia mengganggap teman-temannya yang menikah merupakan orang yang menyedihkan. Jika pria berkomitmen maka mereka mengganggap pernikahan sesuatu yang membahagiakan, bukan menyedihkan.

4. Sering membuat Anda menangis
Jika ia sering bertindak kasar, berbohong dan genit terhadap wanita lain, berarti dia tidak serius dengan Anda. Segera ambil keputusan dan raihlah hidup Anda kembali.

5 Tanda Anda 'Kecanduan' Menjomblo

jomblo

Bagi Anda yang single, memiliki pasangan adalah hal sulit karena harus menyatukan dua pikiran yang berbeda. Tak jarang, perkelahian pun terjadi. Inilah yang membuat Anda memilih untuk menjomblo. Selain alasan itu, ada lima tanda lain bahwa Anda kecanduan dengan predikat single, seperti yang dikutip dari intimatemedicine.

1. Memiliki perasaan bahwa tidak ada seseorang pun yang baik untuk Anda
Jika Anda terus berpikir bahwa selalu ada yang salah dengan pria yang mendekati dan kekurangan kecilnya membuat Anda memutuskan hubungan, maka Anda tidak akan mendapatkan pasangan. Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.

2. Tertarik dengan seseorang yang tidak bisa Anda miliki
Jika Anda hanya ingin bersama dengan seseorang yang tidak mencintai Anda, maka disitulah letak kesalahan Anda. Mencari cinta dari orang yang tak menginginkan Anda atau memaksa si dia agar menyukai Anda, hanya akan membuat Anda terus menyandang status jomblo.

3. Tidak memiliki rasa percaya diri
Jika Anda tidak percaya diri saat berjumpa dengan pria idaman, mungkin Anda tidak akan pernah bisa mendapat kesempatan untuk bersama dengannya. Dengan tidak bersikap percaya diri, maka akan sulit untuk menunjukkan siapa dan semenarik apa diri Anda.

4. Anda Kecanduan dengan bekerja
Memiliki ambisi yang kuat merupakan hal yang baik. Tapi jika waktu bekerja membuat Anda kehilangan kehidupan sosial, ini baru tidak baik. Bagaimana bisa menemukan pasangan jika Anda selalu lembur dan bekerja di akhir pekan?

5. Terlalu 'giat' mencari pacar
Mendatangi pesta yang berbeda-beda dalam satu malam, meminta seluruh teman untuk mengenalkan Anda pada pria tampan, menggoda semua pria di setiap tempat yang dikunjungi merupakan ciri-ciri bahwa Anda depresi akan status jomblo yang disandang. Berusaha boleh saja, tapi jangan terlalu keras karena nantinya Anda akan kecewa.

Bahaya Selingkuh Bagi Kesehatan

Selingkuh

Selingkuh memang diketahui dapat berakibat buruk bagi hubungan percintaan. Namun sekarang para ilmuwan menyatakan bahwa selingkuh juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan seseorang.

Seperti yang dikutip dari Intimate Medicine, para ahli mengatakan bahwa alasan utama orang berselingkuh adalah ketidakpuasan dengan hubungan yang dijalaninya. Dalam beberapa kasus, perselingkuhan bisa terjadi selama beberapa bulan atau tahun, dan ini tidak terjadi satu kali saja.

Sebuah fakta terbaru mengatakan bahwa perselingkuhan tidak hanya buruk untuk hubungan percintaan saja, tetapi juga kesehatan. Menurut ilmuwan Italia dari University of Turin, pria yang tidak setia memiliki risiko lebih tinggi menderita sakit kepala atau aneurisma. Hal ini merupakan akibat bahwa seseorang yang berselingkuh cenderung lebih sering mengalami tekanan dan stres.

Para peneliti dari University of Colorado mengambil kesimpulan yang mendukung bahwa selingkuh berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang. Perselingkuhan tidak hanya memberikan pengaruh buruk pada orang yang berselingkuh saja, orang yang diselingkuhi juga merasakan dampak negatif pada kesehatan mental mereka.

Setelah mereka mengetahui bahwa pasangan mereka berselingkuh, mereka akan lebih sering merasa depresi. Rasa dikhianati membuat mereka menjadi selalu ketakutan. Dampak ini sama dengan rasa depresi orang yang selamat dari kecelakaan mobil mengerikan.

Jadi, sebaiknya segera pecahkan semua masalah Anda dengan pasangan. Jika Anda atau dia merasa tidak puas dengan hubungan yang dijalani, sebaiknya segera bicarakan dan cari solusinya. Jika tak kunjung temukan jalan keluar, berpisah secara baik-baik bisa menjadi solusi tepat ketimbang berselingkuh.
Copyright © 2011 Portal Berita Terbaru designed by Cara & Cepplux. Qecak Media