Mitos Asal-usul Kelapa Dan Santan

pada jaman dahulu ada keluarga yang kaya raya untuk ukuran di suatu kampung yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, keluarga tersebut adalah keluarga bapak PONO.
santan
keluarga yang kaya itu kemudian mencari seorang pembantu untuk keperluan sehari hari termasuk memasak. Kemudian keluarga kaya tersebut mendapatkan seorang wanita setengah baya yang tinggal sendiri di tengah hutan namanya suminten.
pohon kelapa
Singkat cerita wanita itu pun menjadi koki masak yang andalan di keluarga besar pak pono tesebut,
dengan tangan kreatif si wanita tersebut, makanan apa saja disulapnya sedemikian rupa menjadi makanan yang lezat tiada tara.

Kemudian pak pono pun ingin tahu apa sih rahasianya suminten sehingga bisa merubah makanan yang biasa saja dapat menjadi makanan yang luar biasa lezatnya.

Penyelidikan pun dimulai, dan ketika sedang mengintip suminten yang sedang memasak pak pono sangat terkejut kerena melihat suminten mengiris tangannya dan memasukkan darahnya untuk di jadikan penyedap, melihat itu pak pono pun jadi geram dan nyamperin suminten sambil membetak
Pak pono : hai,,, suminten, jadi selama ini kamu memberi saya darah untuk dimakan ?????

Suminten : ( ketakutan tak berkata apa apa hanya bergetar bibir dan tangannya )
Pak pono : jawab suminten,,,( amarah pak pono pun tak dapat terbendung ) ketika itu tangan pak Pono secara reflek menampar suminten

Suminten pun terjatuh dan kepalanya mengenai batu dan terjadi pendarahan yang hebat dan akhirnya suminten pun meninggal.

Setelah itu pak pono mengubur mayat suminten dibelakan rumahnya, kemudian besoknya ada pohon aneh yang tumbuh di kuburan suminten tersebut. Olleh pak pono pohon itu dinamakan klopo ( jawa = kelapa ) yang artinya pohon milik pono dan ternyata daging yang dari kelapa jika di parut dan di ambil airnya bisa menjadi bumbu yang lezat sehingga dinamakan santen hampir seperti nama suminten pembantu yang jago masak tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Copyright © 2011 Portal Berita Terbaru designed by Cara & Cepplux. Qecak Media