Bagi Ilmuwan Tertawa Bukan Lelucon

laugh out loud

Tertawa adalah hal dasar dalam berkomunikasi. Manusia tertawa, begitu juga anjing dan tikus. Lalu tertawa itu untuk apa?.

Bagi ilmuwan tertawa bukan lelucon dan subyek ilmiah serius, serta salah satu subyek penelitian yang masih coba untuk dipecahkan.

Bayi tertawa jauh lebih dahulu dibandingkan berbicara. Tidak ada seorang pun yang mengajarkan tertawa. Manusia hanya melakukan saja dan sering tertawa tanpa sengaja, dalam ritme spesifik di saat tertentu ketika melakukan percakapan.

Anda mungkin tertawa saat lelucon di hari April Mop. Namun yang mengejutkan, hanya 10% hingga 15% tertawa adalah hasil dari seseorang yang membuat lelucon, kata neuroscientist Baltimore, Robert Provine, yang mempelajari tawa selama beberapa dekade.

Tertawa lebih cenderung sebagai respon sosial dibandingkan reaksi dari lelucon.

“Tertawa adalah mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkup sosial,” kata Provine. “Persyaratan untuk tertawa adalah kehadiran orang lain.”

Selama setahun, Provine profesor dari University of Maryland Baltimore mempelajari tertawa dari hal dasar.

“Ketawa semua grup bahasa pada dasarnya sama “ha ha ha” meskipun Anda berbicara Mandarin, Prancis atau Inggris. Semua akan mengerti arti tertawa, ada pembentuk pola di otak kita yang memproduksi suara itu.”

Setiap “ha” membutuhkan 1 hingga 15 detik, berulang setiap lima detik. Tertawa dengan cepat atau lambat dari pada itu akan terengah-engah.

Orang tuli dan orang yang menggunakan ponsel bisa tertawa tanpa melihat menggambarkan bahwa tertawa tidak tergantung pada rasa tunggal tetapi pada interaksi sosial, kata Provine, penulis buku "Laughter: A Scientific Investigation."

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Copyright © 2011 Portal Berita Terbaru designed by Cara & Cepplux. Qecak Media